
Peristiwa itu bertebaran. Seperti debu yang berterbangan dilewati sang waktu. Satu-satunya kemampuan manusia yang perlu terus diasah adalah mengikat makna. Amat sulitlah mengikat debu yang berterbangan, tetapi hanya dengan ketekunan dan kesabaran untuk mengumpulkannya selagi mengendap, yang sulit menjadi mudah. Dengan kata lain, perlu membiasakan diri mengendapkan tebaran debu yang terbang tak tentu itu.
Makna memang kadang membatasi manusia untuk mencermati fakta. Tapi mengabaikan makna sama saja hanya menjadi tong yang menggelinding. Dingin dan kaku menjalan hidup. Hidup seperti menunggu mati.
Karena itulah, makna yang bertebaran itu ingin aku kumpulkan di antara sisa-sisa kesempatan ketika aku bisa mengendapkannya. Aku ingin berbagi. Kepada siapa saja. Terutama kawan-kawan sepeziarahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar